Wednesday, February 25, 2015

Ribuan Perangkat Android jadi Target Serangan Hacker di Tahun ini



Ribuan Perangkat Android jadi Target Serangan Hacker di Tahin Ini
 
Berita hacker- Para ahli Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team menemukan Desert Falcons, sebuah kelompok spionase cyber yang menargetkan beberapa organisasi dan individu penting.

Metode utama yang digunakan Falcons untuk memasukkan payload berbahaya adalah spear phishing melalui e-mail, posting jejaring sosial, dan pesan chat.

Metode ini mengambil keuntungan atas karakter khusus di unicode untuk membalik urutan karakter dalam nama file, menyembunyikan ekstensi file berbahaya di tengah nama file dan menempatkan ekstensi file palsu berbahaya yang tampak dekat akhir nama file.

Dengan menggunakan teknik ini, file berbahaya (.exe, .scr) akan terlihat seperti dokumen tidak berbahaya atau file pdf dan bahkan pengguna yang berhati-hati sekalipun dengan pengetahuan teknis yang baik dapat tertipu untuk menjalankan file ini. Sebagai contoh, sebuah file yang berakhir dengan .fdp.scr akan muncul sebagai .rcs.pdf.

Melalui keterangan resminya, ahli Kaspersky Lab juga menemukan jejak aktivitas dari malware yang tampaknya menjadi sebuah backdoor Android yang mampu mencuri log panggilan telepon dan SMS.

Menggunakan alat ini Desert Falcons meluncurkan dan setidaknya mengoperasikan tiga serangan berbahaya yang berbeda dan menargetkan korban yang berbeda di berbagai negara.

Peneliti Kaspersky Lab memperkirakan bahwa setidaknya ada 30 orang, yang terbagi dalam tiga tim, yang tersebar di berbagai negara untuk mengoperasikan serangan malware Desert Falcons.

"Orang-orang di balik pelaku ancaman ini sangat tekun, aktif dan memiliki wawasan teknis, politik dan budaya yang baik. Hanya menggunakan email phishing, rekayasa sosial dan alat-alat buatan sendiri dan backdoors, Desert Falcons mampu menginfeksi ratusan korban sensitif dan penting di kawasan Timur Tengah melalui sistem komputer atau perangkat mobile, dan exfiltrate data sensitif," kata Dmitry Bestuzhev, ahli keamanan di Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team.

Pihak Kaspersky menduga operasi ini dilakukan untuk mengembangkan lebih banyak Trojan dan menggunakan teknik yang lebih canggih. Dengan dana yang cukup, mereka mungkin bisa memperoleh atau mengembangkan eksploitasi yang akan meningkatkan efisiensi serangan mereka.

Produk Kaspersky Lab berhasil mendeteksi dan memblokir malware yang digunakan oleh pelaku ancaman Desert Falcons.
Baca selengkapnya

Wednesday, February 18, 2015

3 Trik Licik Yang Dilakukan Hacker Untuk Mencuri Uang



3 Trik Licik Yang Dilakukan Hacker Untuk Mencuri Uang

Anda mungkin berpikir bahwa belanja online menggunakan Visa selalu aman. Tapi tahukah Anda bahwa transaksi yang Anda lakukan itu memberikan peluang bagi para penjahat cyber untuk beraksi?

Kejahatan melalui transaksi online sepanjang tahun 2014 terbilang tinggi. Menurut laporan dari British Retail Consortium, penipuan cyber meningkat sebesar 12 persen selama tahun 2014.

James Lyne, kepala penelitian global perusahaan keamanan Sophos mengatakan bahwa hal itu terjadi karena ada kepuasan dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang keamanan cyber di sektor ritel.

Untuk membuka pola pikir pengguna internet, Lyne menunjukkan tiga cara yang hacker lakukan untuk mencuri uang dari pembeli, dengan menggunakan beberapa peralatan canggih berharga mahal yang mereka beli di Amazon.


1.  Kloning kartu kredit

Metode pertama adalah kloning kartu kredit dengan cara mencuri informasi dari strip magnetik di bagian belakang. Meskipun sebagian besar kartu modern menggunakan chip dan PIN, di beberapa negara transaksi masih dilakukan dengan menggunakan strip magnetik.

Lyne menunjukkan bagaimana cara menggesekkan kartu kredit melalui pembaca kartu strip yang ia beli di Amazon. Dengan alat itu ia mampu menyalin rincian dan mengopinya ke kartu kredit lain, yang kemudian bisa ia digunakan untuk membeli barang.

2. Metode chip dan PIN
Chip dan PIN kartu kredit atau ATM lebih sulit untuk dikloning ketimbang strip magnetik. Namun keduanya tetap saja memiliki risiko. Penjahat cyber umumnya melakukan serangan dua arah.

Lebih tepatnya adalah dengan cara memasukkan card reader ke ATM dan memasang kamera kecil di atas tombol angka, sehingga mereka dapat merekam nomor PIN yang sedang ditekan.

3. Serang titik penjualan
Dilansir Telegraph, Rabu (18/2/2015), pada skala penipuan cyber yang lebih besar, hacker biasanya langsung menyerang point of sales (POS) atau titik penjualan di pusat perbelanjaan.

Salah satu kasus yang paling terkenal adalah serangan terhadap rantai ritel di Amerika Serikat, di mana malware yang telah terinstal pada terminal POS, memungkinkan penjahat untuk menyedot rincian kartu kredit atau ATM.

Lyne menunjukkan bagaimana ia bisa menciptakan sebuah `back door` ke dalam komputer yang menjalankan sistem POS menggunakan serangan phishing dan kemudian mencuri salinan memori komputer dengan menggunakan sebuah perangkat lunak sederhana.
Baca selengkapnya

Tuesday, February 17, 2015

Lirik Lagu dan Kunci Gitar Sheila On7 - Lapang Dada



Lirik Lagu dan Kunci Gitar Sheila On7 - Lapang Dada

[intro] G D Am C 2x

G                 D
apa yang salah dengan lagu ini
Am             C
kenapa kembali ku mengingatmu
G             D
seperti aku bisa merasakan
Am                  C
getaran jantung dan langkah kakimu
Bm           C         D
kemana ini akan membawaku

[chorus]
          G            D
kau harus bisa bisa berlapang dada
          Am           C
kau harus bisa bisa ambil hikmahnya
       G               D
karena semua semua tak lagi sama
          Am             C
walau kau tahu dia pun merasakannya

[int] G D Am C

G                 D
di jalan yang setapak kecil ini
Am               C      
seperti ku mendengar kau bernyanyi
G        D
kau tahu kau tahu
Am                  C
rasaku juga rasamu huuu

[chorus]
          G            D
kau harus bisa bisa berlapang dada
          Am           C
kau harus bisa bisa ambil hikmahnya
       G               D
karena semua semua tak lagi sama
          Am             C
walau kau tahu dia pun merasakannya

Bm          En
kemana ini akan membawaku
C       D         
aku takkan pernah tahu

[solo] G D Am C 2x E

[chorus:overtone]
          A            E
kau harus bisa bisa berlapang dada
          Bm           D
kau harus bisa bisa ambil hikmahnya
       A               E
karena semua semua tak lagi sama
          Bm             D
walau kau tahu dia pun merasakannya

       A           E
nanana naaa na naa nanana naa
       Bm          D
nanana naaa na naa nanana naa
       A           E
nanana naaa na naa nanana naa
       Bm          D
nanana naaa na naa nanana naa

     Bm      E       A
mengirim cahaya untukmu
Baca selengkapnya

Cetak Sejarah, Hacker Mencuri US$ 1 Milyar dari 100 Bank



Cetak Sejarah, Hacker Mencuri US$ 1 Milyar dari 100 Bank

Hacker kembali berbuat ulah, kali ini yang jadi sasaran dari serangan adalah bank dan lembaga keuangan di dunia. Tak tanggung-tanggung, jaringan peretas yang berulah itu disebutkan berhasil menjaring uang sampai sekitar US$ 1 miliar dari bank di seluruh dunia.

Para pelaku tindakan peretasan ini cukup serius dalam mengumpulkan uang hasil kejahatannya. Kejadian yang melibatkan dana dalam jumlah besar itu ternyata mencatatkan sejarah baru dalam dunia perbankan, hal seperti ini diketahui belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam keterangan resminya, Kaspersky Lab memastikan aktor dibalik serangan cyber tersebut berasal dari kelompok bernama Carbanak. Mereka diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun untuk mengumpulkan uang dari lembaga keuangan di seluruh dunia.

Sergey Golovanov selaku Principal Security Researcher di Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team mengungkapkan, Carbanak memakai teknik yang berasal dari gudang penyimpanan serangan yang ditargetkan.

"Tindak kejahatan ini menandai awal dari tahap baru dalam evolusi aktivitas kejahatan dunia maya, di mana pengguna yang jahat mencuri uang langsung dari bank dan menghindari untuk menargetkan pengguna akhir," ujarnya.

Golovanov menyampaikan, Carbanak melakukan peretasannya sejak tahun 2013. Selama peretasan, mereka terus berusaha menyerang hingga 100 bank, sistem e-payment, dan lembaga keuangan lainnya dari sekitar 30 negara.

Data yang diungkap Kaspersky Lab menyebutkan, target Carbanak berupa organisasi keuangan di Rusia, Amerika Serikat, Jerman, China, Ukraina, Kanada, Hong Kong, Taiwan, Rumania, Perancis, Spanyol, Norwegia, India, Inggris, Polandia, Pakistan, Nepal, Maroko , Islandia, Irlandia, Republik Ceko, Swiss, Brazil, Bulgaria, dan Australia.

Perusahaan keamanan internet asal Rusia ini masih enggan untuk menyebutkan angka pasti dari hasil kejahatan Carbanak. Namun, perusahaan itu mengungkapkan jumlah peretasan terbesar yang berhasil dicuri sampai 10 juta dolar setiap serangannya.

"Rata-rata, setiap perampokan bank memerlukan waktu antara dua hingga empat bulan, dari menginfeksi komputer pertama di jaringan perusahaan bank hingga membawa lari uang yang dicuri," tambah Golovanov.

Carbanak diperkirakan dapat masuk ke komputer karyawan bank melalui spear phising dan menginfeksi korban dengan malware Carbanak. Kemudian mereka masuk ke jaringan internal dan melacak komputer administrator agar dapat melakukan pengamatan melalui video.

"Hal ini memungkinkan mereka untuk melihat dan merekam segala sesuatu yang terjadi pada layar komputer staf yang melayani sistem transfer tunai. Dengan cara ini para penjahat harus tahu setiap detail pekerjaan pegawai bank dan mampu meniru aktivitas staf untuk mentransfer uang dan mencairkan uang," pungkas Golovanov.
Baca selengkapnya

Berita Hacker - Hacker Sukses Bobol Rp 12,7 Triliun dari 100 Bank di Dunia



Berita Hacker - Hacker Sukses Bobol Rp 12,7 Triliun dari 100 Bank di Dunia

Sekelompok hacker sukses membobol dana dari berbagai bank di seluruh dunia hingga total mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun (kurs US$ 1 = Rp 12.730).
Sebuah perusahaan cybersecurity dalam laporannya mengatakan ini menjadi salah satu pelanggaran perbankan terbesar yang pernah terbongkar.
Melansir laman Associated Press, para hacker tersebut diketahui telah melancarkan aksi setidaknya sejak akhir 2013. "Mereka menyusup ke lebih dari 100 bank di 30 negara," menurut perusahaan keamanan Rusia Kaspersky Lab, Senin (16/2/2015).

Modus yang dipakai para hacker, setelah memperoleh akses ke komputer bank yang dituju melalui skema phishing dan metode lain. Mereka mengintai selama berbulan-bulan untuk mempelajari sistem bank tersebut.
"Mereka kemudian mengambil screen shot dan bahkan video karyawan menggunakan komputer mereka," kata perusahaan itu.

Setelah hacker menjadi akrab dengan operasi yang dilakukan bank tersebut, barulah mereka menggunakan pengetahuannya untuk menggelar aksi pencurian uang tanpa menimbulkan kecurigaan.
Mulai dari memprogram anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengeluarkan uang pada waktu tertentu atau pengaturan akun palsu dan mentransfer uang ke rekening mereka.
Laporan ini direncanakan akan dipresentasikan pada konferensi keamanan di Cancun, Meksiko.

Para hacker tampaknya membatasi nilai pencurian sekitar US$ 10 juta sebelum berpindah ke bank lain. "Ini sebabnya aksi mereka tidak terdeteksi sebelumnya," jelas peneliti keamanan Kaspersky Vicente Diaz.
Dia mengatakan serangan yang tidak biasa karena mereka menargetkan satu institusi bank dan bukan kepada pelanggan maupun akun bank mereka. "Tujuannya tampaknya keuntungan finansial daripada spionase," tamba dia.

Menurut Diaz, dengan melihat aksi ini para hacker memang tidak tertarik pada informasi. Mereka hanya tertarik pada uang.
"Mereka fleksibel dan cukup agresif dan menggunakan alat untuk melakukan apa pun yang mereka ingin lakukan," tandasnya.
Baca selengkapnya

Wednesday, February 4, 2015

Google Berani Bayar 19 Milyar Untuk Para Hacker 'Baik'



Google Berani Bayar 19 Milyar Untuk Para Hacker 'Baik'

Berita Hacker - Perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google, baru saja mengumumkan bahwa mereka bersedia membayar lebih dari US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 19 miliar untuk para 'white hat hacker' yang berhasil temukan kerentanan keamanan atau bug dalam produk mereka.

White hat hacker sendiri merujuk kepada pada peretas yang melakukan aksinya untuk sebuah kebaikan, umumnya mereka mencoba meretas sebuah sistem keamanan untuk menunjukkan kelemahan yang harus diperbaiki. Cara ini sendiri sebenarnya telah dilakukan oleh Google sejak tahun 2010.

Menurut yang dilansir laman Business Insider, alokasi dana sebesar itu rencananya akan diberikan pada lebih dari 200 hacker yang berhasil membantu Google. Sebelumnya, upah terbesar sebanyak US$ 150 ribu atau sekitar Rp 1,9 miliar jatuh ke tangan pemuda berusia 17 tahun yang menemukan bug pada browser Google Chrome dan memperbaikinya.

Anak berusia 17 tahun itu sendiri akhirnya direkrut oleh Google sebagai pekerja magang dalam Project Zero, sebuah divisi keamanan Google.

Awalnya, proyek ini dilakukan karena Google terkena bug di Windows 8. Saat itu Google akhirnya menemukan inisiatif untuk mengundang white hat hacker di seluruh dunia untuk melaporkan masalah bug pada mereka.

Selain itu, Google juga akan menghibahkan uang maksimal US$ 3.133 atau sekitar Rp 39 juta bagi mereka yang memang sengaja meneliti untuk menemukan bug dengan mengirimkan proposal riset ke Google.  Hibah ini sengaja diberikan agar para peneliti tidak merasa membuang-buang waktu, sedangkan bug sendiri belum tentu ditemukan atau tidak.

Google sendiri bukan satu-satunya perusahaan yang memberikan imbalan bagi mereka yang melaporkan bug. Facebook, Twitter dan Mozilla adalah beberapa perusahaan teknologi yang juga telah melakukan hal serupa.
Baca selengkapnya

Hacker-Hacker Paling Ditakuti di Dunia

Hacker-Hacker Paling Ditakuti di Dunia

Berita Hacker - Menurut Wikipedia, hacker atau peretas merupakan seseorang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Hacker pada masa ini memiliki konotasi negatif karena aksi-aksinya yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web, menyisipkan kode-kode virus, dan sebagainya. Padahal hacker tak hanya hacker yang jahat.

Hacker terbagi dua yakni white hacker yang menggunakan kemampuannya untuk berbuat baik. Serta black hacker yang menggunakan kemampuannya untuk kejahatan. Hacker juga memiliki tingkatan-tingkatan yang terdiri dari: elite, semi elite, developed kiddie, smart kiddie, dan lame. Nah, tahukah Anda ada beberapa nama hacker yang ditakuti di dunia karena kemampuannya. Siapa saja?

1. Yunus Attsaouly



Lebih dikenal dengan nama Irhabi 007. Ia mulai terkenal saat Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003. Saat itu, ia aktif mengunggah gambar-gambar perang Irak dan mempublikasikan buku bagaimana meretas sebuah situs. Ia juga dikenal sebagai simpatisan Al Qaeda yang juga seorang ahli komputer dan dunia cyber.

Ia mulai dicari pihak Amerika beserta sekutunya saat membuat situs youbomit dan menjadi admin Forum Al Anshar Al Islami. Forum tersebut melibatkan ribuan orang yang kebanyakan mujahidin. Kelebihannya yang lain adalah ia dikenal selalu dalam kondisi on line.

2. Adrian Lamo



Adrian merupakan seorang jurnalis dan seorang hacker ‘abu-abu’. Ia bisa bertindak untuk kebaikan namun juga bisa meng-hack atas nama kejahatan. Nama Adrian mulai dikenal setelah berhasil menjebol sistem komputer The New York Times dan Microsoft pada tahun 2002. Ia pun dapat mengidentifikasi kekurangan dalam keamanan jaringan komputer dari perusahaan ternama.

Adrian baru ditangkap setahun kemudian setelah FBI berhasil menemukan pelaku peretas The New York Times. Ia harus menjalani tahanan rumah karena masih di bawah umur. Selain itu, Adrian juga dikenakan denda sebesar US$65.000.

3. Kevin Mitnick


Kisah meretasnya bermula saat ia pertama kali menjebol sistem pembacaan kartu bus langganan di Los Angeles. Hasilnya, ia bisa pergi ke mana saja dengan gratis. Selanjutnya, ia meretas layanan telepon jarak jauh sehingga bisa menelepon dengan gratis.ia juga sempat meretas Digital Equipment Corporation )DEC), IBM, Motorola, Nokia, bahkan Fujjitsu.

Kevin akhirnya tertangkap dan menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Ia disebut-sebut sebagai “The Most Wanted Computer Criminal in United States History.” Kisahnya bahkan diadaptasi dalam film Takedown dan Freedom Downtime.

4. Jonathan James
 

James merupakan orang Amerika termuda yang dijatuhi hukuman atas kejahatan di dunia cyber. Saat baru berumur 16 tahun, ia dikirim ke penjara karena menjebol situs pertahanan Amerika Serikat. Ia juga berhasil mencuri software NASA yang membuat NASA harus mematikan servernya selama tiga minggu dan merugi ribuan dolar.

Ia kemudian menjalani hukuman penjara 6 bulan karena masih di bawah umur serta menjadi tahanan rumah hingga berumur 21 tahun. James tidak diperbolehkan berinteraksi dengan komputer selama itu. James meninggal pada tahun 2008 dan tidak ada informasi mengenai penyebab kematiannya.
Baca selengkapnya
loading...